Bulan Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan di dalam Islam. Ada empat jenis ibadah penting yang dilaksanakan pada bulan Zulhijah, yakni puasa, haji, shalat Iduladha, dan qurban dalam rangka hari raya Iduladha. Dalam bulan ini, kita juga diingatkan pada beberapa peristiwa besar di antaranya pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ada pula peristiwa haji wada’ dan khotbah yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah, ada banyak amalan yang dianjurkan agar kita lakukan. Hadits berikut menjelaskan bahwa amal sholeh pada sepuluh hari pertama Zulhijah itu lebih dicintai oleh Allah Ta’ala daripada amal shaleh di hari lainnya.

مَا مِنْ أَيَّامِ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيّاَمِ يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِى سَبِيْلِ اللهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِى سَبِيْلِ اللهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah yang melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama DZulhijah).” Para sahabat bertanya:” Tidak pula jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya tapi ia tidak kembali/mati syahid (H.R. Ahmad dan Al-Bukhari dari Ibnu Abbas).

Secara spesifik, ada lima amalan yang dianjukan untuk dikerjakan pada bulan Zulhijah.

Puasa

Dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi dengan sangat tegas menyatakan puasa tanggal 1 sampai 9 Zulhijah sangat disunnahkan. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda:

قَالَ زِدْنِى. قَالَ «صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ «صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ». وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا

…Sahabat berkata: “Tambahkanlah Nabi”. Maka Nabi bersabda: “Puasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan. Puasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan. Puasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan (diulang tiga kali. Rasulullah menggenggam tangannya lalu melepaskannya)
(HR Ahmad No 20338, Abu Dawud No 2428, Ibnu Majah No 1741, Nasai dalam Sunan al-Kubra No 2743, Thabarani No 18336 dan al Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman No 3738)

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zein menyatakan bahwa ragam puasa sunnah itu ada banyak, sedangkan yang disunnahkan secara kuat (yusannu mutaakkidan) itu ada lima belas ragam puasa.

Terkait dengan puasa pada bulan Zulhijah beliau menyebut puasa ‘Arafah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah. Puasa ini menempati urutan pertama puasa sunnah karena sebagaimana diketahui, bahwa hari ‘Arafah adalah hari yang paling utama.

Dalam urutan ke delapan, beliau menyebut puasa delapan hari sebelum puasa pada tanggal 9 Zulhijah. Selain itu, pada urutan ke sepuluh, beliau menyebut puasa di bulan yang dimuliakan (Zulqa’dah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab).

Haji

Haji merupakan salah satu ibadah yang masuk dalam rukun Islam. Walaupun jelas disebutkan bahwa ibadaha haji hanya diwajibkan bagi muslim yang mampu, tetapi banyak muslim yang berlomba-lomba untuk melaksanakannya.

Hal ini tentu saja karena ibadah haji dilaksanakan di Mekah dan Madinah yang merupakan pusat kiblat bagi umat Islam. Kehadiran seorang muslim dalam ibadah haji merupakan simbol kemuliaannya sebagai tamu di rumah Allah.

Perintah menunaikan ibadah haji adalah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, Ayat 97 sebagai berikut:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya:

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Di sisi lain, dikaitkannya ibadah haji dengan kemampuan para hamba-Nya menunjukkan kasih sayang Allah SWT yang besar terhadap mereka. Semua ini sebagaimana telah ditegaskan di dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah, Ayat 286:

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

Artinya:

Allah tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya.

Dalam melaksanakan ibadah haji, ada enam rukun yang harus dilaksanakan yaitu: niat ihram, thawaf, sa’i, wukuf, tahalul, tertib atau berurutan. Jika ada satu saja rukun yang tidak dikerjakan atau tidak dikerjakan sesuai urutannya, maka ibadah haji dianggap tidak sah.

Salat Iduladha

Pada tanggal 10 Zulhijah, sebelum melaksanakan qurban kita dianjurkan untuk menjalankan salat sunnah dua rakaat yaitu salat Iduladha. Salat ini hukumnya sunnah muakad, dan dilaksanakan saat mulai terbitnya matahari hingga matahari condong ke arah barat.

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Kautsar:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat (Idul Adha) karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Qurban

Ibadah qurban merupakan hal yang diutamakan dalam bulan Zulhijah, sebagai wujud ketaqwaan dan teladan terhadap Nabi Ibrahim AS. Pada ibadah ini, kita akan memberikan sebagian harta (biasanya dalam bentuk hewan ternak) untuk diberikan kepada orang lain.

Dalam sejarahnya, Nabi Ibrahim AS diminta menyembelih anaknya, Ismail yang kelahirannya sudah dinantikan sejak lama. Namun sebagai wujud taqwanya, Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah tersebut.

Ibadah qurban dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah hingga berakhirnya hari tasyrik (13 Zulhijah).

Dzikir

Selain melaksanakan haji, puasa, dan qurban, dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan pada bulan Zulhijah. Anjuran memperbanyak zikir di sepuluh awal Zulhijah ini adalah:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Artinya,

Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…..
(QS. Al-An’am ayat 28)

Sebagaimana dikutip Imam An-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamam ma’lumat di sini adalah sepuluh pertama Zulhijah.

Selain itu, dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Artinya,

Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Zulhijah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya,
(HR Ahmad)

Share This

Share This

Share this post with your friends!