Setelah pada bagian sebelumnya telah dijelaskan tentang dua dari lima macam gaya belajar yang biasanya ada pada anak, maka pada bagian ini akan dilanjutkan tiga macam gaya belajar lainnya.

3. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar ini berkaitan dengan proses belajar yang membutuhkan banyak gerak, semisal pelajaran olahraga dan percobaan-percobaan sains. Ciri pada anak yang punya gaya belajar kinestetik adalah:

  1. Lebih banyak menggunakan bahasa tubuh.
  2. Menyukai kegiatan atau permainan fisik.
  3. Ketika membaca, menunjuk kata-katanya dengan jari tangan.
  4. Kalau menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
  5. Belajar melalui praktik langsung atau dengan manipulasi (trik, peraga).
  6. Banyak gerak fisik dan punya perkembangan otot yang baik.
  7. Menanggapi perhatian fisik.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut, orang tua juga harus paham bahwa anak dengan gaya belajar kinestetik juga dapat memiliki beberapa kendala:

  • Anak cenderung tidak bisa diam.
  • Anak dengan gaya belajar seperti ini tidak bsia belajar di sekolah-sekolah yang bergaya konvensional di mana guru menjelaskan dan anak duduk diam.
  • Anak akan lebih cocok dan berkembang bila di sekolah dengan sistem active learning, di mana anak banyak terlibat dalam proses belajar.

4. Gaya Belajar Global

Anak-anak yang menerapkan gaya belajar global akan terbiasa memiliki kemampuan dalam memahami sesuatu secara menyeluruh dengan baik. Biasanya mereka memiliki pemahaman yang berisi sebuah gambaran yang besar, sehingga dapat menghubungkan tersirat dari satu objek dengan objek lainnya. Ciri-ciri gaya belajar global perlu diketahui orangtua agar membantunya si anak lebih baik, seperti:

  1. Bisa mengerjakan banyak tugas secara bersamaan.
  2. Lebih sensitif dan terbiasa melihat segala permasalahan secara baik.
  3. Tipe pekerja keras, sehingg mampu membuat orang lan tersenyum.
  4. Terbiasa bekerjasama dengan orang lain dalam hal apapun dengan maksimal.
  5. Mampu mengutarkan atau mendeksripsikan dengan kata-kata terhadap sesuatu yang dilihatnya.

 

Gaya belajar global membantu anak-anak tumbuh menjadi seseorang yang mampu memahami sekitar. Dirinya mampu mengartikan berbagai kondisi tersirat dengan bahasanya sendiri secara jelas. Meskipun begitu, gaya belajar ini juga memiliki kelemahan di antaranya:

  • Membutuhkan banyak motivasi atau semanga dari orang lain sebelum memulai sesuatu.
  • Kurang bisa rapi, sehingga materi pelajaran atau buku-buku bisa berserakan. Dalam mengatasi masalah ini, ada baiknya Mama perlu mengajarkan cara menata ruangan hingga barang-barangnya kembali usai dipakai.
  • Mudah bosan adan memikiki kebiasaan buruk. Walaupun tugas pertamanya belum selesai, dirinya akan mulai mengerjakan tugas yang lain.

5. Gaya Belajar Analitik

Anak dengan gaya belajar analitik memikili kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur. Mengerjjakan suatu hal secara bertahap dan urut. Ciri ciri gaya belajar analitik:

  1. Berfokus mengerjakan satu tugas, tidak akan ke tugas berikutnya jika tugasnya belum selesai.
  2. Berfikir secara logika.
  3. Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas.
  4. Cara belajar konsisten dan menetap.

Anak dengan gaya belajar analitik menilai sesuatu berdasarkan fakta- fakta. Namun seringkali mereka tidak mampu menemukan titik gagasan utamanya tentang tujuan tugas yang sedang dia lakukan. Berfokus pada satu masalah atau tugas sampai selesai.

Anak dengan gaya belajar analitik lebih cocok belajar sendiri baru kemudian bergabung dengan kelompok belajar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam belajar dikarenakan hanya berfokus pada satu hal. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu membuat jadwal belajar yang terstruktur sehingga sasaran belajar yang ingin dicapai jelas. Metode belajar yang tepat yaitu dengan konsisten melakukan atau mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal harian yang dibuatnya.

Share This

Share This

Share this post with your friends!